Saturday, April 5, 2014

TUGAS MAP : LINI PRODUK

Lini Produk Cap OrangTua

Lebar (6)
Wafer, biscuits, delicacies
Candy
Nut
Healthy Drink
Sweet Water
Fermented milk
Liquid Milk
Oral Care
Nutrition Drink

Panjang (26)
Wafer, biscuits, delicacies
  • Tango
  • Klop
  • Oops
  • Fullo
Candy
  • Kurang Asem
  • Oops Keju Kunyah
  • MintZ
  • Maxx Coffie
  • Cannon Ball
  • Blaster
  • Capilano's
  • Station Rasa
Nut
  • KayaKing
Healthy Drink
  • Balancea
  • Kiranti
Sweet Water
  • Teh Gelas
  • Vita Jelly Drink
  • Vita Pudding
  • Frutz
  • Truzz Pulpz
Fermented Milk
  • VitaCharm
Liquid Milk
  • VitaMilk Prebiotik
  • Rainbow
Oral Care
  • Formula
  • ABCdent
Nutrition Drink
  • FitActive 
Caroline Cindy Suganda
D-IV MPH A/6
11.2.1.1.0002

Monday, March 17, 2014

Analisis SWOT Toko Oleh-oleh Krisna & Erlangga

 ANALISIS SWOT

Krisna
Toko Krisna Oleh-oleh Bali berdiri untuk pertama kalinya pada tanggal 16 Mei 2007 dengan pendirinya bernama Bapak Gusti Ngurah Anom yang sekaligus owner dari COK KONFEKSI, salah satu pusat produksi baju kaos Bali. Dibawah manajemen Cok Konfeksi inilah bermula sehingga pada tahun 2007 berdirilah Krisna Bali yang bertempat di Jalan Nusa Indah No 79 Denpasar-Bali.
Kini Krisna Bali telah hadir di 3 lokasi lain, yaitu di Jl. Nusa Kambangan dan yang satu lagi sangat mudah dijangkau di Jl. Sunset Road, Legian dan jalan Raya Kuta sebelah patung Kereta (dekat airport). Kalau lokasi di jl. Nusa Kambangan, cukup sulit akses ke sana karena sering macet, jalan masuk juga tidak terlalu besar apalagi pakai bus. Krisna Bali memiliki koleksi yang lengkap mulai dari T-shirt yang lengkap dengan motif-motif khas Bali, souvenir, makanan dan lainnnya.

Lokasi di Jalan Sunset Road menjadikan Krisna Bali sangat mudah diakses. Fasilitas parkir super luas, karena seramai apapun, belum pernah liat penuh parkirnya. Bandingkan dengan Joger yang hampir tidak ada fasilitas parkirnya dan sering bikin area sekitar macet. Fasilitas lain yang dimiliki Krisna Bali adalah ruang belanja yang nyaman, food court, refresh area dan lain-lain. Outlet Krisna yang ada di Jalan Raya Kuta buka 24 jam, jadi para pelanggan bisa berbelanja kapan saja.

Harga di Krisna hampir sama dengan di pasar Sukawati, tapi belum ditambah ongkos transport dan capeknya anda jika ke sukawati, semuanya akan terasa tidak jauh berbeda. Tapi kalu tidak bisa nawar di pasar Sukawati tentu harganya akan lebih mahal di bandingkan dengan di Krisna.
Malah di krisna, anda bisa berbelanja lebih tenang, bersih dan bebas tawar menawar.

Strength:
1.    Lokasi strategis
2.    Mempunyai lebih dari 1 outlet
3.    Tempat berbelanja luas, bersih
4.    Tempat parkir luas
5.    Mempunyai 1 outlet yang buka 24 jam
6.    Barang lengkap beraneka ragam
7.    Harga terjangkau
8.    Barang-barang tertata rapih
9.    Keamanan di lengkapi dengan CCTV
10.  Dilengkapi dengan mushola, food corner, ruang tunggu
11.  Tempat berbelanja full-AC
12.  Kualitas barang produksi baik

Weakness:
1.  Lokasi outlet sering dilanda kemacetan

Opportunity:
1.  Menjadi toko pusat oleh-oleh Bali nomor 1
2.  Memperbanyak kuantitas pengerajin Bali
3.  Peningkatan omzet karna kuantitas wisatawan Bali terus meningkat

Threat:
1.   Bahan baku produksi yang semakin meningkat
2.   Persaingan dengan toko oleh-oleh lain
3.   Perkembangan mode

Hal yang perlu dilakukan: Membuka 1 outlet lagi yang jauh dari kemacetan tetapi lokasinya strategis. Menemukan inovasi-inovasi baru, mengikuti mode tetapi tetap berorientasi kepada budaya Bali. Menyusun strategi untuk menimalisir ongkos produksi tetapi tetap mempertahankan kualitas.


Erlangga
Erlangga satu adalah salah satu toko oleh-oleh di Denpasar yang menjual berbagai jenis produk untuk oleh-oleh. Dimulai dari pakaian anak kecil hingga pakaian orang dewasa, seperti: celana, baju kaos, daster, baju barong, dan lain-lain; terdapat juga aneka model tas, sandal, ikat pinggang, dan berbagai souvenir, serta lukisan yang sangat identik dengan Bali sebagai salah satu pulau terindah di dunia. Harga produk-produk yang ada di Erlangga terbilang cukup murah dan kualitas produknya walaupun bukan yang nomer 1 tetapi cukup baik dan nyaman untuk dikenakan (khususnya celana parasut khas Bali-nya).
Selain Erlangga 1, toko Erlangga membuka cabang lain yang bernama Erlangga produk yang dijualpun sama, Namun bedanya, di Erlangga 2 Anda lebih leluasa berbelanja, selain karena tokonya yang luas, produk yang dijualpun lebih banyak. Di Erlangga 2 parkiran di sediakan sangat luas tidak seperti di Erlangga 1 yang mempunyai parkiran sempit (khusus untuk sepeda motor).
Selain parkiran yang luas, adapun beberapa fasilitas lain yang disediakan toko ini, seperti food court, mushola, dan pijat refleksi, adapula tempat untuk mengepak barang belanjaan yang rawan rusak, seperti lukisan, dan beberapa produk lainnya.

Strength: 
1.   Kelengkapan produk
2.   Harga yang relatif murah
3.   Area parkir yang luas
4.   Penyediaan fasilitas seperti food court, mushola, pijat refleksi, jasa pengepakkan barang

Weakness:
1.   Penataan barang kurang bagus mengakibatkan ruang berbelanja menjadi sempit dans esak
2.   Tempat berbelanja lantai 2 Erlangga 2 sangat panas 
3.   Layanan kasir agak lambat saat bekerja

Opportunity:
1.   Menjadi toko pusat oleh-oleh Bali nomor 1
2.   Menjadi tujuan wisatawan

Threat:
1.   Persaingan dengan toko oleh-oleh lain yang lebih maju
2.   Biaya bahan baku produksi yang semakin meningkat
3.   Perubahan mode
4.   Persaingan dengan produk luar negri
5.   Selera konsumen yang berubah-ubah dan cenderung modern

Hal yang perlu dilakukan: Memperbaiki penataan barang sehingga tidak terlihat penuh sesak. Mencari jalan keluar agar lantai 2 erlangga 2 tidak panas. Terus berinovasi agar para konsumen tidak jenuh. Memperbaiki kinerja para karyawan. Meningkatkan kualitas produksi.

Kesimpulan
Barang yang dijual dikedua toko tersebut relatif sama, yang membedakan hanya kualitas dan harganya saja. Memang betul kualitas barang produksi Krisna lebih bagus daripada Erlangga tetapi harga yang di tawarkan cukup mahal. Untuk Erlangga, barang yg dijual kualitasnya biasa saja dan harganya sebanding dengan kualitasnya Kenyamanan berbelanja lebih ditemukan di Krisna karena di Erlangga terlalu banyak sekat sehingga menjadi sempit.

Caroline Cindy Suganda
11.2.1.1.002
D-IV MPH A/6

Sunday, February 23, 2014

TUGAS MEP 3: Kelebihan & Kelemahan Periklanan

Berikut saya sampaikan Kelebihan dan Kekurangan media periklanan baik yang berupa gambar bergerak dan tidak bergerak.

1.MEDIA ELEKTRONIK
  •  TELEVISI ( TV )
Kelebihan :
  1. Dapat dinikmati oleh siapa saja.
  2. Dapat menjangkau daerah yang luas.
  3. Waktu siarannya sudah tertentu.
  4. Memiliki daya penyampaian dan pengaruh yang kuat karena dapat memberikan kombinasi antara suara dengan gambar ( yang bergerak ).
  5. Memudahkan para audiensnya untuk memahami yang diiklankan.
  6. Tidak memerlukan keahlian dan kemampuan membacaseperti pada media cetak. Dengan gambar-gambar, semua orang sudah cukup mengerti maknanya.

Kekurangan :
  1. Biaya relatif tinggi.
  2. Hanya dapat dinikmati sebentar (pesan berlalu sangat cepat).
  3. Khalayak yang selektif (tidak setajam media lainnya kemungkinan menjangkau segmen tidak tepat karena pemborosan geografis).
  4. Kesulitan teknis.
  5. Tidak semua tempatdapat dicapai gelombang penyiaran televisi.
  6. Tidak semua orang memiliki pesawat televisi melihat harganya yang relatif mahal.
  • RADIO 
Kelebihan :
  1. Biayanya relatif rendah (dalam artian hardware-nya serta dalam produksi siarannya)
  2. Dapat diterima oleh siapa saja.
  3. Dapat menjangkau daerah yang cukup luas.
  4. Bersifat Auditif
  5. Lebih leluasa dalam penyampaian pesan-pesannya tanpa banyak varian-variannya. 2.Menimbulkan audio imaginatif. Efek yang ditimbulkan lebih dahsyat dari pada efek visual.
  6. Daya tembus yang besar tidak mengenal rintangan. Radio yang menggunakan gelombang SW, MW, mempunyai kemampuan penetrasi area yang luas sehingga pesan yang disampaikan dapat mengatasi jarak, ruang dan waktu.
  7. Merupakan sarana yang cepat dalam menyebarluaskan informasi .
  8. Radio dapat diterima dan didengar di areal tanpa listrik atau tidak selalu membutuhkan daya listrik.
  9. Praktis (portable dapat di bawa kemana-mana) dan audience selectivity.
  10. Mengatasi buta huruf artinya para pendengar radio tidak dituntut untuk bisa membaca.

Kekurangan :
  1. Waktunya terbatas.
  2. Tidak mengemukakan gambar.
  3. Pendengar sering kurang mendengarkan secara penuh karena diselingi melakukan pekerjaan lain.
  4. Noise Faktor (khusus gelombang MW dan SW)
  5. Sulit untuk menyampaikan pesan-pesan yang kompleks
  6. Alternatif audiance dalam pemilihan stasiun lebih banyak ( persaingan yang ketat )
  7. Sekilas dengar atau bersifat auditif saja sedangkan televii lebih lengkap.
  8. Tidak dapat di gunakan untuk menyampaikan acara yang abstrak dan komples (rumit)
  9. Radio adalah termasuk media yang time organized, sehingga untuk penataan program acaranya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
  10. Untuk penyampaian pesan yang bersifat informatif maka maximum durasinya adalah 15 menit.
  11. Untuk acara yang bersifat entertainment bisa sampai 30 s.d 45 menit.


2. MEDIA CETAK
  • KORAN ( SURAT KABAR )
Kelebihan :
  1. Biasanya relatif tidak mahal.
  2. Fleksibel
  3. (lebih luwes dalam menentukan jadwal publikasi iklan dan surat kabar yang mempublikasikan (apakah lokal, regional ataukah nasional) berkaitan dengan khalayak yang dijadikan sasaran iklan).
  4. Dapat dinikmati lebih lama.
  5. Market coverage ; surat kabar mampu menjangkau daerah-daerah perkotaan sesuai cakupan wilayahnya.
  6. Comparison shooping ; surat kabar sering digunakan sebagai bahan acuan atau referensi konsumen dalam membeli barang atau jasa.
  7. Positive consumer attitude ; aktualitas informasi yang sampaikan digunakan juga sebagai acuan pembaca.
Kekurangan :
  1. Mudah diabaikan.
  2. Cepat basi.
  3. Short life span ; meski jangkauannya luas dan massal serta dapat didokumentasikan, pembaca surat kabar hanya butuh waktu kurang lebih 15 menit hingga 30 menit untuk membacanya serta umumnya hanya sekali saja membacanya. Selain itu usia informasinya hanya 24 jam setelah itu sudah dianggap basi.
  4. Clutter ; Jika isi dan tata letaknya kacau akan mempengaruhi pemaknaan dan pemahaman isi pesan iklan oleh pembacanya.
  5. Limited coverage of certains group ; beberapa kelompok tertentu tidak bisa dijangkau oleh surat kabar, misal kelompok masyarakat menengah ke bawah atau masyarakat usia di bawah 15 tahun.
  6. Products that don’t fit ; beberapa produk tidak dapat diiklankan dengan menggunakan surat kabar karena memerlukan demonstrasi atau memerlukan pertimbangan tertentu. Contoh iklan BH atau iklan peralatan olah raga.
  7. Dan Jenis bahan yang digunakan biasanya mudah sobek, artinya gangguan mekanis tinggi, sehingga informasi yang diterima tidak lengkap.
  •  MAJALAH 
Kelebihan :
  1. Dapat dinikamti lebih lama (long life span)
  2. Pembacaannya lebih selektif.
  3. Dapat mengemukakan gambar yang menarik (Kualitas Visual).
  4. Khalayak sasaran; salah satu keunggulan majalah jika dibandingkan dengan media lainnya adalah kemampuannya menjangkau segmen pasar tertentuyang terspesialisasi.
  5. Penerimaan khalayak; kemampuan mengangkat produk-produk yang diiklankan sejajar dengan persepsi khalayak sasaran terhadap prestige majalah yang bersangkutan.
Kekurangan :
  1. Biaya lebih relatif tinggi (mahal).
  2. Fleksibilitasnya rendah (terbatas).
  3. Distribusi
  4. Banyak majalah yang peredarannya lambat sehingga hanya menumpuk di rak-rak toko. Ada juga majalah yang tidak memiliki jaringan distribusi yang tepat. Di beberapa daerah tertentu yang daya belinya tinggi namun sulit dijangkau, majalah sering tidak ada.
  5. Dan Jenis bahan yang digunakan biasanya mudah sobek, artinya gangguan mekanis tinggi, sehingga informasi yang diterima tidak lengkap.


3. MEDIA LUAR RUANG ( OUTDOOR )
  •  BILLBOARD
Kelebihan :
  1. Relatif Murah
  2. Media luar ruang / billboard sesungguhnya memerlukan pembiayaan yang relatif murah karena berlaku selama 1 tahun untuk sekali kontrak/pembayaran.
  3. Penjadwalan Fleksibel
  4. Penjadwalan / penempatan media luar ruang relatif fleksibel karena dapat ditempatkan pada lokasi-lokasi yang dianggap paling tepat untuk suatu produk yang akan diiklankan.
  5. Mengingatkan produk secara terus-menerus
  6. Billboard yang dipasang pada lokasi-lokasi strategis seperti perempatan jalan memiliki terpaan secara terus-menerus bagi pengguna jalan yang melewatinya.
  7. Mengajak langsung membeli
  8. Dengan ukuran yang besar dan pencahayaan yang sempurna billboard bahkan dapat menarik setiap pengguna jalan. Dampak yang jauh adalah mampu mempengaruhi langsung untuk mencoba atau membeli produk yang diiklankan dalam billboard.
  9. Potensi Kreatif
  10. Media luar ruang memiliki fleksibilitas pengembangan kreatifitas sesuai dengan kemampuan praktisi-praktisi kreatif.
Kekurangan :
  1. Pesan Terbatas
  2. Karena waktu baca / penglihatan yang sekelebat, pesan-pesan pada media luar ruang dibuat sangat terbatas atau singkat.
  3. Tidak efektif bagi pengendara mobil
  4. Pengendara mobil yang membutuhkan konsentrasi penuh, kadang-kadang mengesampingkan berbagai hal yang ia lewati, termasuk billboard yang mengiklankan produk tertentu, apalagi membaca secara jelas.
  5. Kendaraan umum yang penuh sesak
  6. Dalam kota-kota besar seperti Jakarta, di mana kendaraan umum adalah sarana transportasi bagi sebagian besar masyarakat, menyebabkan kondisi yang penuh sesak dan menyulitkan untuk sekedar melihat ke luar kendaraan.
  7. Sasaran Pengrusakan
  8. Media-media luar ruang rentan terhadap pengrusakan dari masyarakat yang tidak menyenangi adanya media iklan yang dipasang.
  • POSTER
Kelebihan :
  1. Khalayak dapat mengatur tempo dalam membaca. Ia dapat mengulang bacaannya kembali dan mengatur cara membaca. Media yang dapat di tinjau ulang, pembaca dapat dengan tenang, membaca dengan teliti iklannya dan dapat membaca kembali bagian-bagian menurut kehendaknya.
  2. Karena sifatnya yang tercetak pesan-pesannya bersifat permanen dan kekuatan utamanya adalah dapat dijadikan bukti.
  3. Membuat informasi yang cukup lengkap.
  4. Saat pembaca tidak paham pada satu bagian dari isinya, pembaca dapat menanyakan pada orang lain.
Kekurangan :
  1. Untuk menikmatinya diperlukan kemampuan membaca dan atensi atau perhatian, karena tidak bersifat auditif dan visual, ia memintakan pula kemampuan imajinasi pembaca untuk menikmati dan memahaminya.
  2. Membutuhkan proses penyusunan dan penyebaran yang kompleks dan membutuhkan waktu yang relatif lama.
  3. Jenis bahan yang digunakan biasanya mudah sobek, artinya gangguan mekanis tinggi, sehingga informasi yang diterima tidak lengkap.
  • SPANDUK
Kelebihan :
  1. Khalayak dapat mengatur tempo dalam membaca. Ia dapat mengulang bacaannya kembali dan mengatur cara membaca. Media yang dapat di tinjau ulang, pembaca dapat dengan tenang, membaca dengan teliti iklannya dan dapat membaca kembali bagian-bagian menurut kehendaknya.
  2. Karena sifatnya yang tercetak pesan-pesannya bersifat permanen dan kekuatan utamanya adalah dapat dijadikan bukti.
  3. Media ini tahan lama dan dapat dilihat dari jarak jauh.
  4. Saat pembaca tidak paham pada satu bagian dari isinya, pembaca dapat menanyakan pada orang lain.
  5. Kekurangan :
  6. Untuk menikmatinya diperlukan kemampuan membaca dan atensi atau perhatian, karena tidak bersifat auditif dan visual, ia memintakan pula kemampuan imajinasi pembaca untuk menikmati dan memahaminya.
  7. Membutuhkan proses penyusunan dan penyebaran yang kompleks dan membutuhkan waktu yang relatif lama.
  8. Dan Jenis bahan yang digunakan biasanya mudah sobek, artinya gangguan mekanis tinggi, sehingga informasi yang diterima tidak lengkap.
  • FLYER
Kelebihan :

  1. Dari segi biaya relatif murah Media ini dan berisi informasi yang lengkap, serta mudah dibawa.
  2. Dapat memberi gambarankan gambaran yang ditawarkan perusahaan.
  3. Khalayak dapat mengatur tempo dalam membaca. Ia dapat mengulang bacaannya kembali dan mengatur cara membaca. Media yang dapat di tinjau ulang, pembaca dapat dengan tenang, membaca dengan teliti iklannya dan dapat membaca kembali bagian-bagian menurut kehendaknya.
  4. Karena sifatnya yang tercetak pesan-pesannya bersifat permanen dan kekuatan utamanya adalah dapat dijadikan bukti.
  5. Saat pembaca tidak paham pada satu bagian dari isinya, pembaca dapat menanyakan pada orang lain.
  6. Penyerapan informasi lebih menyeluruh, karena ada kesempatan bagi komunikan untuk mempertimbangkan secara kritis apa makna informasi yang di baca.
  7. Kekurangan :
  8. Untuk menikmatinya diperlukan kemampuan membaca dan atensi atau perhatian.
  9. Karena tidak bersifat auditif dan visual, ia memintakan pula kemampuan imajinasi pembaca untuk menikmati dan memahaminya.
  10. Membutuhkan proses penyusunan dan penyebaran yang kompleks dan membutuhkan waktu yang relatif lama.
  11. Dan Jenis bahan yang digunakan biasanya mudah sobek, artinya gangguan mekanis tinggi, sehingga informasi yang diterima tidak lengkap.
  12. Orang cenderung mengabaikan informasi yang diberikan apabila bentuk flyer kurang menarik.

Berikut adalah kelebihan dan kelemahan media advertisi sesuai dengan karakteristik barang.

Kelemahan media advertensi:
  1. Advertising tidak fl eksibel, hal ini disebabkan karena pesan-pesan yang disampaikan adalah bersifat standar, sehingga sulit untuk menyesuaikan kebutuhan-kebutuhan serta perbedaan yang terdapat pada tiap konsumen.
  2. Informasi yang diberikan advertising sifatnya terbatas, mengingat adanya biaya yang tinggi, sehingga pesan yang disampaikan hanya singkat. 3 Cara memengaruhi konsumen pada advertising dilakukan secara tidak langsung, sehingga feedback biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.
Kelebihan media advertensi:
  1. Penghematan biaya.
  2. Dengan advertensi sekaligus dalam waktu serentak dapat mendatangi konsumen (pembaca) dalam jumlah besar.
  3. Dapat mencapai sasaran yang dimaksud misalnya memasang advertensi yang ditujukan kepada koperasi batik di majalah batik (atau mingguan batik).
  4. Selalu mengingatkan kepada pembeli/calon-calon pembeli, ini disebabkan oleh permanennya tulisan, gambar, atau booklet dan sebagainya yang setiap saat dapat dilihat atau dibaca.
  5. Membentuk produk motivasi atau patronage motives.
  6. Dengan advertensi itu orang diberi alasan untuk diarahkan untuk membeli barang tertentu atau kepada toko tertentu.
Caroline Cindy Suganda
D-IV MPH A / 6 
11.2.1.1.002

Saturday, February 15, 2014

Tugas MEP 2 : Pelancong Bisnis

1.     1.  SEGMENTASI PASAR
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995)mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.

Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasarsebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.
·         Kriteria segmentasi pasar
Segmen pasar sebaiknya memenuhi kriteria berikut ini:
• Dapat diukur (measurable)
• Dapat diakses oleh saluran distribusi
• Memberikan respon yang berbeda terhadap marketing mix
• Bersifat stabil (tidak terlalu cepat berubah)
• Memiliki ukuran yang cukup besar supaya menguntungkan
·         Persyaratan untuk melakukan segmentasi pasar  yang efektif
Untuk bisa memberi manfaat, segmen pasar harus mempunyai karakteristik/syarat  berikut ini menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.265):
a) Dapat diukur ( measurable )
Sejauh mana ukuran dan daya beli segmen dapat diukur. Variabel segmentasi tertentu sulit diukur, seperti ukuran segmen remaja peminum minuman keras, terutama yang alasannya karena berontak kepada orang tua.
b) Dapat diakses ( accessable )
Sejauh mana segmen itu dapat diakses dan dilayani secara efektif.
c) Cukup besar ( substantial )
Sejauh mana segmen itu cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dilayani sebagai pasar. Sebuah segmen sebaiknya merupakan kelompok homogen yang secara ekonomi paling layak mendukung program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen itu. Sebagai contoh, area metropolitan besar dapat mendukung beragam restoran etnis. Sebaliknya di kota kecil, restoran etnis tidak mungkin dapat bertahan.
d) Dapat dibedakan ( differentiable)
Sejauh mana segmen-segmen secara konseptual dapat dipisah-pisahkan dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap unsur dan program bauran pemasaran yang berbeda. Jika wanita yang telah menikah dan belum menikah memberikan tanggapan yang sama atas penjualan parfum, berarti diantaranya bukanlah segmen yang terpisah.
e) Dapat dilaksanakan ( actionable )
Sejauh mana program yang efektif dapat didisain untuk menarik melayani segmen – segmen tersebut.
·         Penentuan pasar sasaran
Menetapkan sasaran adalah mengevaluasi dan membandingkan kelompok yang diidentifikasikan dan kemudian memilih satu atau beberapa diantaranya sebagai calon dengan potensi yang paling besar. Bauran pemasaran kemudian dirancang yang akan memberikan hasil terbaik dalam penjualan, selain itu menciptakan nilai maksimum bagi konsumen.
Dalam mengevaluasi segmen-segmen pasar yang berbeda, perusahaan harus menelaah tiga faktor :
a. Ukuran dan pertumbuhan segmen, meliputi data-data mengenai penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan penjualan dan margin laba yang diharapkan untuk berbagai segmen.
b. Kemenarikan struktural segmen, meliputi dampak pesaing yang ada dan potensial, daya relatif pembeli, daya tarik pemasok.
c. Sasaran dan sumber daya perusahaan yaitu berhubungan dengan sasaran jangka panjang perusahaan.
Setelah mengevaluasi berbagai segmen, perusahaan berharap akan menemukan satu atau lebih segmen pasar yang benar-benar bernilai untuk dimasuki. Mereka harus menetapkan segmen-segmen yang mana dan berapa banyak akan dilayani. Ini adalah masalah pemilihan pasar sasaran.
Konsumen Anak Muda/ Mahasiswa
Dalam kesehariannya anak muda merupakan konsumen paling royal. Mereka biasanya tidak terlalu perhitungan dalam membelanjakan uang. Anak muda juga merupakan konsumen yang paling suka berkumpul dengan teman-temannya, hal ini dapat Anda jadikan strategi bagaimana membuat agar tempat usaha Anda bisa menjadi tempat bagi mereka berkumpul. Dan kesempatan ini pun akan mendatangkan keuntungan bagi Anda.
Konsumen Anak-Anak
Anak-anak biasanya menyukai jenis makanan yang digoreng, makanan manis atau es krim dan makanan yang tidak mengandung sayuran. Pangsa pasar anak-anak dapat di bidik apabila tempat usaha Anda berada di pusat keramaian yang dikunjungi anak-anak, seperti: taman bermain, dokter anak, atau pusat perbelanjaan.
Konsumen Keluarga
Tempat makan yang memiliki pangsa pasar keluarga biasanya akan memberikan suasana yang sejuk, nyaman dan tenang dengan menghadirkan unsur rekreasi dan keindahan. Memilih pangsa pasar keluarga berarti siap dengan variasi menu yang juga harus mampu mewakili selera semua usia mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek.
Hubungan antara penetapan sasaran pasar dengan segmentasi
Istilah segmentasi pasar dan penentuan sasaran pasar (market targeting) sebenarnya merupakan dua hal yang bebeda. Di depan telah diuraikan bahwa segmentasi pasar itu merupakan kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen. Dalam hal ini, market targeting merupakan keputusan perusahaan mengenai pasar manakah yang akan dilayani.
Sebagai gambaran, misalnya berdasarkan analisis dan ramalan permintaan, perusahaan dapat mengetahui adanya pasar tertentu yang dianggap menarik, yang membuat perusahaan memperluas pangsa pasar. Perusahaan tersebut mensurvei sejumlah konsumen sebagai sampel dari keseluruhan. Dalam survai ini ditanyakan mengenai atribut produk yang ditawarkan, tentang kualitas, harga, kemasan, servis, dan sejenisnya.
Dari hasil survai ini dapat diketahui atribut-atribut mana yang mempengaruhi minat konsumen dalam membeli suatu produk. Misalnya, atribut yang dianggap penting adalah kualitas (X) dan harga (Y). Selanjutnya data hasil survei tersebut dapat di masukkan ke dalam suatu produk space yang merupakan suatu bidang yang berisi titik-titik. Produk space
·         Penentuan posisi produk
Penentuan posisi produk adalah menciptakan image produk dalam benak konsumen relative daripada produk pesaing
Penentuan posisi produk adalah tindakan menentukan penawaran produk agar dapat menempati tempat yang khusus dalam benak konsumen, sehingga dapat membedakan produk perusahaan dengan lebih baik dibandingkan produk pesaing. Penempatan produk mengharuskan perusahaan memutuskan berapa banyak perbedaan dan mana yang diperkenalkan kepada banyak konsumen sasaran.
Menurut Glen L. Urban (1995), untuk membuat suatu keputusan penempatan posisi yang baik, kita harus mengetahui :
1). Dimensi apakah yang dipakai oleh pelanggan untuk mengevaluasi program pemasaran yang kompetitif.
2). Seberapa penting setiap dimensi tersebut dalam proses keputusan.
3). Bagaimana kita (perusahaan) dan persaingan menggabungkan dimensi-dimensi tersebut.
4). Bagaimanakah pelanggan membuat suatu keputusan berdasarkan informasi yang ada (Assauri 2000 : 89).
Setelah memutuskan segmen pasar mana yang akan dimasuki, perusahaan harus memutuskan “posisi” apa yang ingin ditempati dalam segmen tersebut. Posisi produk adalah cara produk ditetapkan oleh konsumen berdasarkan atribut penting tempat yang diduduki produk dalam ingatan konsumen dalam hubungan dengan produk pesaing.
Banyak ahli pemasaran yang memberikan nasihat untuk mempromosikan hanya satu manfaat kepada pasar sasaran, dimana perusahaan harus mengambil sebuah atribut bagi merek produknya dan menonjolkan diri sebagai “nomor satu” pada atribut tersebut. Pembeli akan cenderung untuk mengingat “nomor satu” lebih daripada pesan-pesan lainnya. Keunggulan produk yang dipromosikan sebagai “nomor satu” terutama adalah mutu terbaik, pelayanan terbaik, harga terendah, nilai terbaik dan teknologi tercanggih.
Pemasar dapat mengikuti beberapa strategi dalam menetapkan posisi. Mereka dapat memposisikan produknya pada atribut strategi spesifik, dimana produk dapat diposisikan pada kebutuhan yang dipenuhi atau manfaat yang diberikan.
Setiap perusahaan harus membedakan antara mutu yang tinggi dengan harga untuk membangun sejumlah keunggulan bersaing yang menarik kelompok cukup besar dalam segmen. Tugas memposisikan terdiri dari tiga langkah, yaitu : mengidentifikasikan sejumlah keunggulan bersaing yang mungkin untuk membangun posisi, memilih keunggulan bersaing yang tepat, dan secara efektif mengkomunikasikan serta menyampaikan posisi yang dipilih kepada pasar.
Penentuan posisi produk secara fisik dapat menjadi langkah penting dalam menjalankan analisis pemasaran strategis. Hal ini terutama terjadi dengan tawaran-tawaran kompetitif dari banyak barang industrial dan jasa, yang biasanya dievaluasi pembeli berdasarkan karakteristik itu (Wolker 2000 : 224). Selain itu, penentuan posisi produk secara fisik memberi andil pada interface pemasaran yang lebih baik dengan menentukan karakteristik produk fisik yang penting, membantu mendefinisikan struktur persaingan dengan menunjukkan sejauh mana berbagai merek saling bersaing, dan mungkin mengindikasikan adanya kesenjangan produk yang berarti (kurangnya produk yang memiliki karakteristik fisik tertentu), yang justru dapat menunjukan peluang bagi masuknya produk baru (Richard Gibson 2000 : 21) .
Positioning harus memberi arti dan arti itu harus penting bagi konsumen. Begitu pula dengan atribut atau karakteristik produk harus dapat dianggap penting oleh konsumen yang dalam hal ini adalah sasaran pasarnya. Atribut-atribut yang dikombinasikan tersebut harus mengandung arti. Begitu juga dengan atribut-atribut yang dipilih harus unik. Atribut yang hendak ditonjolkan harus dapat dibedakan dengan yang sudah diakui milik para pesaing. Positioning harus diungkapkan dalam bentuk suatu pernyataan (positioning statement). Pernyataan ini selain memuat atribut-atribut yang penting bagi konsumen, harus dinyatakan dengan mudah, enak didengar dan harus dapat dipercaya.
Sementara menurut Rhenald Kasali (2005), positioning adalah suatu strategi komunikasi yang dilakukan untuk menjembatani produk/merek/nama anda dengan calon konsumen. Komunikasi menyangkut aspek yang luas, tidak hanya berhubungan dengan iklan, tetapi juga menyangkut soal “citra“.
·         Strategi penentuan posisi produk
Positioning menurut manfaat
Penentuan posisi (positioning) menurut manfaat adalah memposisikan produk sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu.  Manfaat mencakup manfat simbolis, manfaat fungsional dan manfaat berdasarkan pengalaman. Penentuan posisi yang sukses membutuhkan strategi komunikasi yang mampu menarik perhatian pada salah satu kebutuhan pelanggan, baik simbolis, fungsional maupun eksperimen (M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta)
Positioning menurut kategori
Positioning (penentuan posisi) menurut kategori produk adalah memposisikan produk sebagai pemimpin dalam kategori produk. Kategori produk dapat kita kelompokkan dalam kategori minuman dan makanan, kategori, produk rumah tangga, kategori obat-obatan, kategori perawatan pribadi, kategori perlengkapan pribadi, kategori perlengkapan rumah, kategori komunikasi dan teknologi informasi, kategori otomotif, kategori perbankan dan keuangan.. (M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta)
Positioning menurut atribut
Penentuan posisi (positioning) berdasarkan atribut adalah memposisikan produk berdasarkan atribut atau sifat, misalnya simbol, lambang, ukuran, warna, keberadaan, kedudukan dan sebagainya. (M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta)
Positioning menurut nilainya
Pembidikan pasar menentukan pesaing perusahaan. Perusahaan harus meneliti posisi pesaing dan memutuskan posisinya yang terbaik. Penentuan posisi (positioning) adalah tindakan untuk merancang citra perusahaan serta nilai yang ditawarkan sehingga pelanggan dalam suatu segmen memahami dan menghargai kedudukan perusahaan dalam kaitannya dengan. (M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta)
2.       Menurut saya atribut suatu produk merupakan salah satu pertimbangan pelanggan dalam menilai kepuasannya setelah mengkonsumsi suatu produk, maka sangatlah penting untuk mengetahui penilaian pelanggan terhadap atribut produk yang dihasilkan perusahaan.
Apalagi mengingat persaingan yang semakin ketat dimana semakin banyak produk sejenis dengan berbagai macam merek telah beredar di pasar, untuk itu atribut produk menjadi bagian yang sangat penting dari sebuah produk.
Selain atribut produk, yang bersaing menyumbang bagi keberhasilan strategi penetapan posisi, design produk juga sangat berpengaruh. Hal ini dikarenakan sebuah design atau rancangan yang baik dapat menarik perhatian, meningkatkan kinerja produk, mengurangi biaya produk, serta memberi keunggulan bersaing kuat di pasar sasaran.

3.       Kebijakan mengembangkan restoran yang dapat memenuhi kebutuhan semua orang dinilai berbahaya karena kebijakan tersebut akan memberatkan sisi restoran serta membuat restoran dinilai tidak mempunyai sebuah spesifikasi. Memberatkan sisi restoran maksudnya adalah restoran akan terbengkalai jika ada tamu yang menghendaki sebuah menu yang tidak mungkin dapat dibuatkan oleh restoran.